bandung contemporary art award 2017
Arecipient of several awards and scholarships, Lieros studied art in Switzerland and Italy between 1958 and 1963. Architecture in the Visual Culture of the Bandung Conference, 1955. Art historian Y. L. Lucy Wang analyzes the architecture and photographic record of the 1955 Bandung Conference, revealing the ways in which the event visually
HilmyP. Soepadmo is a 2017 Fine Art Painting graduate from the Institute Technology of Bandung, Indonesia. Telok Ayers Art Club. 2019. 6th Bandung Contemporary Art Award - Lawangwangi, Bandung. 2019. 2019. Awards. Finalist of 6th Bandung Contemporary Art Award. 2019. Education. Institut Teknologi Bandung. Indonesia, 2012. Exhibitions
Kazan Russian Federation, 25 April 2019 - The 20 shortlisted projects for the 2019 Aga Khan Award for Architecture were announced today in Kazan at an exhibition on the Aga Khan Award for Architecture that was inaugurated by His Excellency Rustam Minnikhanov, President of the Republic of Tatarstan. The shortlisted projects, which are located in 16 different countries, will compete for US$ 1
Sheworked as the deputy director at Art Sonje Center from July 2017 to October 2021. She was a researcher at National Theater Company of Korea(2011-2012), assistant curator at Nam June Paik Art Center(2008), coordinator at Busan Biennale(2006), and Anyang Public Art Project(2005). (2022), as well as the major group exhibition Bandung
Intotal, UOB expects to engage with more than 1,600 students, beneficiaries and aspiring young artists in Singapore through its art education initiatives in 2017. Stefanie Hauger, 'Space Odyssey'. The UOB art education programme is not restricted to Singapore. In Thailand, art workshops and art sharing sessions with UOB POY alumni artists
Dating Portal Für Menschen Mit Behinderung. Jakarta - Bandung Contemporary Art Awards 5 BaCAA kembali diselenggarakan tahun ini. Kompetisi seni rupa yang diprakarsai oleh ArtSociates dan Lawangwangi Creative Space itu bakal meramaikan dunia seni rupa Indonesia. "Kompetisi ini bertujuan untuk merangsang perkembangan seni rupa kontemporer dengan meningkatkan partisipasi seniman muda di kancah seni rupa lokal maupun internasional," tulis siaran pers yang diterima detikHOT, Kamis 28/9/2017. Sejak 2010 silam, Bandung Contemporary Art Awards telah mempromosikan seniman muda yang berhasil lolos seleksi. Di antaranya adalah Eddy Susanto, Mujahidin Nurrahman, Octora Chan, Bagus Pandega, Syaiful Garibaldi, Erwin Windu Pranata, Aliansyah Caniago, dan banyak lagi. Di tahun kelima penyelenggaraan, kompetisi ini telah menerima sekitar 400 submisi dari seniman muda yang usianya di bawah 35 tahun. Setelah diseleksi bersama tiga juri lokal dan juri internasional akhirnya terpilihlah 15 nama. Para juri yang menyeleksi adalah Agung Hujatnikajennong, Carla Bianpoen, Wiyu Wahono, Susan Baik dari Amerika dan Valentine Willie asal Malaysia. Nantinya tiga seniman terbaik akan menerima uang tunai sebesar Rp 100 juta, residensi seni di Intermondes, La Rochelle, Perancis, dan hadiah art trip ke pusat seni rupa internasional. Malam penanugerahan dan pembukaan pameran 15 finalis berlangsung di Lawangwangi Art and Science Estate pada Kamis mendatang 5/10 pukul WIB. Berikut 15 nama seniman muda yang berhasil lolos di Bandung Contemporary Art Awards 5 1. Abshar Platisza2. Andrita Yuniza Orbandi3. Cynthia Delaney Suwito4. Deni Ramdani5. Etza Meisyara6. Geugeut Pangestu Sukandawinata7. Kelvin Atmadibrata8. Mohamad Sabil H9. Ratu Rizkitasari Saraswati10. Rendy Raka Pramudya11. Restu Taufik Akbar12. Ricky Janitra13. Sarita Ibnoe14. Tara Astari Kasenda15. Yovista Ahtajida tia/doc
Azizi Al Majid Art Education Comfortable with Ambiguity, 2019 Installation, 2 Channel Video, Objects, Books, Digital Print, 2 Sided Panel, and Plywood Azizi Al Majid Art Education Comfortable with Ambiguity Alternative View, 2019 Installation, 2 Channel Video, Objects, Books, Digital Print, 2 Sided Panel, and Plywood Azizi Al Majid Art Education Comfortable with Ambiguity Detail View 1, 2019 Installation, 2 Channel Video, Objects, Books, Digital Print, 2 Sided Panel, and Plywood Azizi Al Majid Art Education Comfortable with Ambiguity Detail View 2, 2019 Installation, 2 Channel Video, Objects, Books, Digital Print, 2 Sided Panel, and Plywood Azizi Al Majid Art Education Comfortable with Ambiguity Detail View 3, 2019 Installation, 2 Channel Video, Objects, Books, Digital Print, 2 Sided Panel, and Plywood Moch. Krismon Ariwijaya Berbayang-bayang , 2019 Petromax lamp, electrical component, acrylic on wall. mixed media I Wayan Piki Suyersa Black and White, 2019 Resin on Faux Fur 150 x 200 Mira Rizki Coba Lagi Installation View 1, 2019 Video and Audio, 7 Channel Ephraim Tan Dalem Kaum 82A, 2018 21 Channel Video Loop Ephraim Tan Dalem Kaum 82A Alternative view, 2018 21 Channels, Video Loop Vincent A. S. Rumahloine Don't Call Me Hero Soegeng Soejono, 2019 Photo Collage, Photo Installation, Video Vincent A. S. Rumahloine Don't Call Me Hero Soegeng Soejono Installation View 1, Vincent A. S. Rumahloine Don't Call Me Hero Soegeng Soejono Installation View 2, Vincent A. S. Rumahloine Don't Call Me Hero Soegeng Soejono Video Still, Hilmy Pratama Excessive Yet Overwhelming Methods to Present Art Object Side A, 2019 Crate, Oil on Canvas Painting, PVC Hilmy Pratama Excessive Yet Overwhelming Methods to Present Art Object Side B, Crate, Oil on Canvas Painting, PVC, Mixed Media Audya Amalia His Mom Told Him To ... Installation View, 2019 Audya Amalia His Mom Told him to ..., 2019 Crocheted Copper, Pinewood, Sound Moch Hasrul In The Midst of Chaos, There is Also Bibibtulit Installation View 1, 2018 Plastic Toy Tank, Iron, Home Speakers, Electrical Components Moch Hasrul In The midst of Chaos, There is Also Bibitulit Detail 3, 2018 Tank Plastic and Horn Speaker Toys, Iron Barrel, Arduino Haqiqy Zahwa Hawary La preparation Du Tour De France "Conditioning and Training Program", 2018 Video Haqiqy Zahwa Hawary La preparation Du Tour De France "Conditioning and Training Program" Video Still 2, 2018 Video Haqiqy Zahwa Hawary La preparation Du Tour De France "Conditioning and Training Program" Video Still 3, Video Susilo Nofriadi Luruh , 2017 H2O2, Caustic Soda, NaOH, C-Print, Acrylic Sheet, 494 x 15 Susilo Nofriadi Luruh Installation View, 2017 Egga Jaya Prasetya Nothing is Particular Now Detail View 1, Egga Jaya Prasetya Nothing is Particular Now Detail View 2, Egga Jaya Prasetya Nothing is Particular Now Installation View , Putra Wali Aco Pulau Celebes Menangis, 2018 Silkscreen on PVC, Video Projection Sandi Jaya Saputra Space and Power, 2019 C-Print, Video Bandu Darmawan Tak Kenal Maka Tak Apa, 2019 Video Projection, Kinetic Installation Bandu Darmawan Tak Kenal maka Tak Apa Detail View, 2019 Video Projection, Kinetic Installation Azizi Al Majid The Sixth Bandung Contemporary Art Award Installation View ,
Discover Indonesian Contemporary Art, Art Exhibitions, and Indonesian Artists Facebook Youtube Twitter Exhibitions Exhibitions Venues People Artists Curators IndoArtNow Videos About Us Copyright © 2010 - 2023 IndoArtNow
Bandung Contemporary Art Awards, atau disingkat “BaCAA”, diadakan untuk kelima kalinya di Lawangwangi Creative Space, Jl. Dago Giri Mekarwangi wilayah Lembang di Bandung. Sebulan lamanya, dari tanggal 5 Oktober hingga 5 November 2017, mempersembahkan karya dari 15 finalis dimana tiga diantaranya dinobatkan karya terbaik. Acara award ini diadakan selama sebulan lamanya, dari tanggal 5 Oktober hingga 5 November 2017. BaCAA adalah ajang kompetisi yang digagaskan oleh Dr. Andonowati, selaku direktur ArtSociates di bawah Yayasan AB, untuk merangsang perkembangan seni rupa kontemporer di Indonesia dan berupaya meningkatkan partisipasi para peraih penghargaan seni dalam kancah Internasional. Dalam proses pemilihan, BaCAA mengundang seluruh seniman di Indonesia dibawah umur 40 tahun untuk berpartisipasi. Respon yang didapat pun positif, dari semenjak pertengahan Februari 2017, ada 400 peserta yang ikut submisi. Kemudian dari 400 peserta hanya 15 finalis yang lolos melalui beberapa tahap penjurian. Dewan Juri BaCAA 5 terdiri dari kurator seni Agung Hujatnikajennong, jurnalis seni Carla Bianpoen, kolektor seni Wiyu Wahono serta dua orang juri internasional, yaitu galeris asal LA, Susan Baik dan galeris asal Kuala Lumpur, Valentine Willie. Ratu Rizkitasari Saraswati. “Within Walking Distance” Restu Taufik Akbar. “INMaterial Truth Happiness Lies In Prespective” Ricky Janitra. “World Wide Web Waste” Kelvin Atmadibrata. “Deepthroat” Tara Astari Kasenda.”Solaris” Geugeut Pangestu Sukandawinata. “Di Dalam Kelambu Tertutup” Sarita Ibnoe.”Mengiras Membenahi” Rendy Raka Pramudya.”Bentuk Waktu Dalam Penciptaan” Andrita Yuniza Orbandi. “Menuju Kebenaran Nisbi” Muhammad Sabil Hibatulwafi. “Sesuatu Di Antara Kerumunan Masyarakat” Yovista Ahtajida. “Ustartz Konsultasi Seputar Syari’Art” Abshar Platisza. “Deram Presensi Subtil” Kelima belas peserta tersebut adalah Abshar Platisza, Andrita Yuniza Orbandi, Cynthia Delaney Suwito, Deni Ramdani, Etza Meisyara, Geugeut Pangestu Sukandawinata, Kelvin Atmadibrata, Mohamad Sabil Hibatulwafi, Ratu Rizkitasari Saraswati, Rendy Raka Pramudya, Restu Taufik Akbar, Ricky Janitra, Sarita Ibnoe, Tara Astari Kasenda, dan Yovista Ahtajida. Dan untuk Gelar 3 karya terbaik BaCAA5 diraih oleh Deni Ramdani, Cynthia Delaney Suwito dan Etza Meisyara. Selain itu, ada Special Mention Award yang diraih oleh Ricky Janitra. Para Menenang Bandung Art Contemporary Awards 5 Deni Ramdani meraih penghargaan berupa uang tunai sebesar Rp. lewat karyanya “O°”. Secara simbolis, karyanya menceritakan kerusakan lingkungan yang terjadi di sebagian bentang alam Bandung utara. Deni Ramdani. “O°” Deni menggantung kantung plastik besar berisi air dan ikan hias di atas gundukan tanah yang dibentuk menyerupai kontur tanah Bandung. Ia melubangi kantung plastik tersebut dengan jarum sehingga air sedikit demi sedikit menetes dan membasahi tanah di bawahnya. Perbandingan yang kontras antara kepelikan isu lingkungan dengan kesederhanaan tampilan”O°” menjadikan karya ini layak untuk menjadi salah satu pemenang. Peraih penghargaan art trip ke pusat seni dunia, Cynthia Delaney Suwito, juga menghadirkan isu ekologi dalam lingkup yang lebih global lewat cara yang sederhana. Berangkat dari sebuah spekulasi bahwa dengan menahan napas maka kita dapat menyumbangkan oksigen bagi orang lain, Cynthia ingin mengajak pemirsa untuk memikirkan kembali betapa berharganya oksigen bagi kehidupan kita. Cynthia Delaney Suwito. “Holding Breath” Dengan pendekatan relasional, Cynthia mengajak pemirsa untuk menahan napas selama mungkin menggunakan website. Ia kemudian mencatat waktu tersebut, membaginya dengan angka perkiraan jumlah manusia di bumi, dan mendapatkan angka hasil akhirnya dalam satuan nanodetik. Catatan tersebut ia jejerkan sebagai bagian dari karya “Holding Breath”. Etza Meisyara dengan karyanya “How Does It Feel? To Be A Refugee” berhasil memenangkan kesempatan residensi di Centre Intermondes, La Rochelle, Perancis. Secara liris, Etza menuliskan sebuah komposisi musikal sebagai catatan akan percakapan-percakapannya dengan para pengungsi di Munich, Jerman. Pertemuan ini, baginya hanyalah sebagian kecil dari refleksi persoalan yang lebih besar mengenai mobilitas manusia di masa sekarang. Etza Meisyara. “How Does It Feel? To Be A Refugee” Komposisi ini juga hadir dalam bentuk alat-alat makan yang dibentuk sebagai not balok pada lembaran besi, layaknya partitur raksasa dan mengeluarkan suara musik melalui speaker yang ditanam didalamnya. Bagi Etza, alat makan adalah simbol kehangatan dan kekeluargaan yang ia temukan dalam hubungan antar manusia. Semenjak diadakannya BaCAA pertama di tahun 2011, terdapat peningkatan keberagaman dalam eksplorasi metode, tematik maupun medium yang dipilih oleh para seniman. Perkembangan ini menunjukkan sebuah tren yang baik, di mana seniman muda Indonesia semakin membuka cakrawala mereka akan proses kreasi di luar cara-cara yang konvensional, memungkinkan para seniman untuk terus berinovasi dalam menampilkan karyanya. Selain itu, semakin banyaknya isu-isu aktual seperti sosial, politik, dan lingkungan yang diangkat oleh para seniman mempertegas seni sebagai ruang dialog yang dinamis.
The Sixth Bandung Contemporary Art Award BaCAA 2019 27 September 2019 – 27 October 2019 Lawangwangi ARTSociates — Bandung, Indonesia Outlandish 13 April 2019 – 25 May 2019 Lawangwangi ARTSociates — Bandung, Indonesia BaCAA Assemblage 22 February 2019 – 22 March 2019 Lawangwangi ARTSociates — Bandung, Indonesia Bandung Contemporary Art Award BACAA 2017 5 October 2017 – 5 November 2017 Lawangwangi ARTSociates — Bandung, Indonesia Lawangwangi at Art Stage Singapore 2017 11 January 2017 – 15 January 2017 Lawangwangi ARTSociates — Bandung, Indonesia GEOCULTURE 6 August 2016 – 27 August 2016 Lawangwangi ARTSociates — Bandung, Indonesia Konfigurasi 9 February 2016 – 26 February 2016 Lawangwangi ARTSociates — Bandung, Indonesia Lawangwangi at Art Stage Singapore 2016 21 January 2016 – 24 January 2016 Lawangwangi ARTSociates — Bandung, Indonesia Bandung Contemporary Art Award - BaCAA 4 25 September 2015 – 23 October 2015 Lawangwangi ARTSociates — Bandung, Indonesia KUP 21 May 2015 – 29 June 2015 Lawangwangi ARTSociates — Bandung, Indonesia SOFT POWER >< With All Reasons and Decisions 12 December 2014 – 18 January 2015 Lawangwangi ARTSociates — Bandung, Indonesia A Group Exhibition "Bandung Contemporary" 22 October 2013 – 12 November 2013 Lawangwangi ARTSociates — Bandung, Indonesia A Solo Exhibition of Mella Jaarsma 2 December 2012 – 1 January 2013 Lawangwangi ARTSociates — Bandung, Indonesia A Solo Exhibition of Eddy Susanto 3 November 2012 – 25 November 2012 Lawangwangi ARTSociates — Bandung, Indonesia A Solo Exhibition of Melati Suryodarmo 3 October 2012 – 25 October 2012 Lawangwangi ARTSociates — Bandung, Indonesia A Solo Exhibition of Maria Indria Sari 12 September 2012 – 26 September 2012 Lawangwangi ARTSociates — Bandung, Indonesia A Group Exhibition "Incomplete Project" 7 July 2012 – 14 July 2012 Lawangwangi ARTSociates — Bandung, Indonesia A Solo Exhibition of Theresia Agustina Sitompul 16 June 2012 – 1 July 2012 Lawangwangi ARTSociates — Bandung, Indonesia A Solo Exhibition of Cinanti Astria Johansjah keni 12 May 2012 – 27 May 2012 Lawangwangi ARTSociates — Bandung, Indonesia A Group Exhibition "25 Finalists of BaCAA 2" 24 March 2012 – 24 April 2012 Lawangwangi ARTSociates — Bandung, Indonesia A Solo Exhibition of Erika Erawan 3 March 2012 – 18 March 2012 Lawangwangi ARTSociates — Bandung, Indonesia A Group Exhibition "Contemporary Landscape" 2 July 2011 – 2 July 2011 Lawangwangi ARTSociates — Bandung, Indonesia A Group Exhibition "25 Finalists of BaCAA" 2 March 2011 – 3 March 2011 Lawangwangi ARTSociates — Bandung, Indonesia
bandung contemporary art award 2017